Menteri BUMN Dahlan Iskan
JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta menjelaskan
kaitan transaksi bisnis pembelian 10,9 persen saham PT Garuda Indonesia
Tbk (GIAA) oleh pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT).
Pembelian
10,9 persen saham itu setara dengan 2.467.868.564 lembar seharga Rp1,53
triliun. Selain sebagai pengusaha, Chairul Tanjung juga merupakan Ketua
Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Sekretaris Pendiri Indonesian
Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus mengatakan, meruginya tiga BUMN yakni
PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas,
lantaran dahulu harus membeli delapan persen sisa saham perdana IPO PT
Garuda yang tidak laku yang setara dengan 3.008.406.725 lembar seharga
Rp2,256 triliun.
"Chairul Tanjung membeli saham Garuda setelah sebelumnya dia berhasil membeli Bank Mega, Carrefour, dan media
online," kata Iskandar pada hari Minggu (29/4/2012).
Sekarang
pun, lanjut dia, publik bertanya kepada Menteri BUMN, mengapa uang
Rp1,53 triliun yang diduga hasil dari Rolling Program Chairul Tanjung,
saat ini bisa menguasai delapan persen saham Garuda yang dimiliki tiga
BUMN sekuritas plus 2,9 persen saham dari pasar modal.
Tentunya,
lanjut Iskandar, Dahlan Iskan harus memaparkan jawabannya agar
masyarakat tidak bertanya-tanya. IAW sendiri kata dia, menelisik luar
biasanya hasil Rolling Program, dikenal dengan istilah Bank Secure
Private Placement Program.
Program ini yang seharusnya menjadi
bidang utama pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
menciptakan percepatan pembangunan ekonomi.
Pasalnya, ini sudah teruji di Malaysia dan China secara signifikan dapat menyejahterakan rakyatnya.
"Lantas,
apakah sebenarnya dari transaksi itu BUMN diuntungkan atau malah
dirugikan? Bagaimana pula Rp300 miliar uang Muhammad Nazaruddin di dalam
saham Garuda?" kata Iskandar.
Dia menambahkan, hal inilah yang
seharusnya perlu dijelaskan oleh Menteri BUMN. Sebab Menteri BUMN sangat
bangga atas pembelian itu hanya dengan alasan bahwa pembelinya seorang
pengusaha nasional.
"Apa yang diketahui Dahlan Iskan tentang modal Rolling Program," tukasnya.
Sekadar
informasi, Chairul Tanjung merogoh kocek hingga Rp1,53 triliun untuk
menguasai 10,28 persen sisa saham Garuda. Pemilik CT Corporation ini
menawar dengan harga tertinggi yakni Rp620 per lembar saham.
Ketua
Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini menyisihkan empat calon investor yang
juga dari kalangan pengusaha nasional. Mereka adalah Sandiaga Uno
(Saratoga Capital), Rahmat Gobel (Panasonic Gobel), Aburizal Bakrie
(Bakrie Group), dan Hary Tanoesodibjo (MNC Corporation).
Chairul
Tanjung memborong seluruh saham Garuda yang ditawarkan tiga perusahaan
sekuritas, yaitu PT Mandiri Sekuritas sebanyak 400 juta lembar, PT
Bahana Securities sekitar 900 juta lembar, dan PT Danareksa Sekuritas
sekitar 900 juta lembar saham. Dengan harga Rp620 per lembar.
Maka
total transaksi seluruh saham tersebut mencapai sekira Rp1,53 triliun.
Chairul Tanjung sendiri masuk membeli saham Garuda melalui anak usaha CT
Corporation, PT Trans Airways.