Selasa, 01 Mei 2012

Rupiah Diprediksi Tak Mampu Menguat
 ILUSTRASI
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi belum mampu mengalami pergerakan pascamenguat tipis pada penutupan sore lalu. Rupiah ditaksir akan bergerak pada kisaran Rp9.165-9.185.

"Hari ini diperkirakan bergerak antara level Rp9.165-9.185 per USD," kata analis valuta asing modal Reza Priambada.

Dia mengatakan, penguatan yang terjadi pada sore kemarin tidak terlepas dari pergerakan euro. Euro mengalami sedikit kenaikan, imbasnya dolar tertekan dan imbasnya mata uang yang lainnya naik. "Tekanan terhadap dolar karena pelemahan data ekonomi AS, yaitu GDP yang hanya 2,2 persen di luar ekpektasi yang sebesar 2,5 persen," akunya.

Penutupan sore kemarin, tertekannya dolar Amerika Serikat (AS) di pasaran telah membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat. Rupiah kembali menguat ke kisaran Rp9.180 per USD. Kurs tengah Bloomberg mencatat, rupiah menguat Rp7 per USD menjadi Rp9.183 per USD, dari sebelumnya Rp9.190 per USD, dengan range perdagangan harian Rp9.180-Rp9.195 per USD.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp9.190 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.144-Rp9.236 per USD.

Senin, 30 April 2012

Rupiah Ditaksir Cuma Bergerak Tipis
 ILUSTRASI
MEDIA INFORMASI, JAKARTA - Akibat dari minimnya sentimen, nilai tukar ruiah terhadap dolar sepanjang pekan lalu hanya mampu bergerak tipis. Begitu juga dengan hari ini, pergerakan rupiah ditaksir tidak signifikan.

Analis valuta asing David Summual memprediksi, rupiah masih akan bergerak tipis dengan range berada di level Rp9.160-9.190 per USD mengawali perdagangan pekan ini. "Pergerakannya seminggu lalu berada di level Rp9.180-9.200 per USD. Sentimennya memang tipis,"

Namun adanya statement dari Gubernur the Fed Ben Bernanke mengenai stimulus yang membuat pergerakan pasar agak bearish terhadap dolar. "Kendati demikian data di AS kebanyakan positif penjualan rumah, unemployment itu membuat secara keseluruhan cukup berimbang makanya pergerakan tidak banyak, berimbang," akunya.

Selanjutnya, mengenai wacana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dia menilai jika hal tersebut merupakan hal yang tidak pasti. "Karena yang paling berpengaruh saat ini yang dilihat market adalah S&P yang tidak jadi memberikan rating kepada Indonesia," tuturnya.

Terakhir dia mengungkapkan, rilis data mengenai inflasi April saat ini tengah ditunggu oleh pelaku pasar. Pelaku pasar serta ekonom memperkirakan jika inflasi April -0,1 hingga 0,3 persen. "Kalau prediksi saya 0,1 persen," tandasnya.

Sebagai informasi, pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak flat. Rupiah terpantau belum mampu beranjak dari level Rp9.190 per USD. Kurs tengah Bloomberg pada pukul 03:59:32 WIB mencatatkan nilai tukar rupiah berada di Rp9.190 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.183-Rp9.202 per USD. Senada, Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan rupiah bercokol pada kisaran Rp9.190 per USD, dengan range perdagangan harian Rp9.144-Rp9.236 per USD.

Minggu, 29 April 2012

Dukungan Dahlan ke Chairul Tanjung Dipertanyakan
Menteri BUMN Dahlan Iskan
JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta menjelaskan kaitan transaksi bisnis pembelian 10,9 persen saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) oleh pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT).

Pembelian 10,9 persen saham itu setara dengan 2.467.868.564 lembar seharga Rp1,53 triliun. Selain sebagai pengusaha, Chairul Tanjung juga merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus mengatakan, meruginya tiga BUMN yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, lantaran dahulu harus membeli delapan persen sisa saham perdana IPO PT Garuda yang tidak laku yang setara dengan 3.008.406.725 lembar seharga Rp2,256 triliun.

"Chairul Tanjung membeli saham Garuda setelah sebelumnya dia berhasil membeli Bank Mega, Carrefour, dan media online," kata Iskandar pada hari Minggu (29/4/2012).

Sekarang pun, lanjut dia, publik bertanya kepada Menteri BUMN, mengapa uang Rp1,53 triliun yang diduga hasil dari Rolling Program Chairul Tanjung, saat ini bisa menguasai delapan persen saham Garuda yang dimiliki tiga BUMN sekuritas plus 2,9 persen saham dari pasar modal.

Tentunya, lanjut Iskandar, Dahlan Iskan harus memaparkan jawabannya agar masyarakat tidak bertanya-tanya. IAW sendiri kata dia, menelisik luar biasanya hasil Rolling Program, dikenal dengan istilah Bank Secure Private Placement Program.

Program ini yang seharusnya menjadi bidang utama pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menciptakan percepatan pembangunan ekonomi.
Pasalnya, ini sudah teruji di Malaysia dan China secara signifikan dapat menyejahterakan rakyatnya.

"Lantas, apakah sebenarnya dari transaksi itu BUMN diuntungkan atau malah dirugikan? Bagaimana pula Rp300 miliar uang Muhammad Nazaruddin di dalam saham Garuda?" kata Iskandar.

Dia menambahkan, hal inilah yang seharusnya perlu dijelaskan oleh Menteri BUMN. Sebab Menteri BUMN sangat bangga atas pembelian itu hanya dengan alasan bahwa pembelinya seorang pengusaha nasional.

"Apa yang diketahui Dahlan Iskan tentang modal Rolling Program," tukasnya.

Sekadar informasi, Chairul Tanjung merogoh kocek hingga Rp1,53 triliun untuk menguasai 10,28 persen sisa saham Garuda. Pemilik CT Corporation ini menawar dengan harga tertinggi yakni Rp620 per lembar saham.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini menyisihkan empat calon investor yang juga dari kalangan pengusaha nasional. Mereka adalah Sandiaga Uno (Saratoga Capital), Rahmat Gobel (Panasonic Gobel), Aburizal Bakrie (Bakrie Group), dan Hary Tanoesodibjo (MNC Corporation).

Chairul Tanjung memborong seluruh saham Garuda yang ditawarkan tiga perusahaan sekuritas, yaitu PT Mandiri Sekuritas sebanyak 400 juta lembar, PT Bahana Securities sekitar 900 juta lembar, dan PT Danareksa Sekuritas sekitar 900 juta lembar saham. Dengan harga Rp620 per lembar.

Maka total transaksi seluruh saham tersebut mencapai sekira Rp1,53 triliun. Chairul Tanjung sendiri masuk membeli saham Garuda melalui anak usaha CT Corporation, PT Trans Airways.

Sabtu, 28 April 2012

BEI Optomistis Indeks Infrastruktur Lunching Mei
Ilustrasi
 ILUSTRASI

JAKARTA - Bursa Efek  Indonesia (BEI) mengaku proses menuju indeks infrastruktur mudah sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama.

"Itu cepat, mudah, ya bulan depan bisa," ungkap Direktur BEI Friderica Widyasari Dewi ditemui di Plaza Bapindo, Jakarta, Sabtu (28/4/2012)

Menurut Frederica, BEI melihat kondisi pasar Indonesia yang saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan khususnya di bidang infrastruktur.

"Tapi yang kita lihat, emiten-emitennya masih belum spesifik, misalnya Adhi Karya, itu kan tergolong emiten properti, tapi dia masuk properti, terus ada juga perbankan yang sering memberi kredit ke pembiayaan infrastruktur, kita pikirkan juga," lanjutnya.

Melihat hal itu, otoritas bursa direncanakan akan membuat dua indeks lagi, yaitu indeks infrastruktur dan indeks perbankan. Namun, Frederica menyebut indeks infrastruktur akan ada lebih dulu.

"Kalau seperti bank ya bisa masuk ke dua indeks itu (infrastruktur dan perbankan)," tandasnya.

Jumat, 27 April 2012

Trans Airways Kuasai 10 Persen Saham Garuda
 PT.Garuda Indonesia
JAKARTA - Sebanyak 10,27 persen saham Garuda (GIAA) telah dibeli oleh Trans Airways. Pembelian saham tersebut terjadi pada harga Rp 620 per saham atau premium sebesar 3,3 persen dari harga penurupan 12 April. jika dihitung berdasarkan harga rata-rata satu, tiga dan enam bulan, harga itu premium 1,7 pesen, 4,4 persen dan 22 persen.

Penjualan dilakukan oleh Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Bahana menjual 4,12 persen.

Demikian penjelasan dari Bahana di Jakarta, Jumat (27/4/2012). Penjualan saham ini sepenuhnya merupakan corporate action dan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan SOP masing-masing pemegang saham penjual.
Penjualan dilakukan dengan mekanisme blocksale kepada Trans Airways yang memberikan penawaran harga tertinggi.

Dalam penjualan saham ini, Bahana bersama Mandiri Sekuritas dan Danareksa telah menunjuk dan menugaskan Morgan Stanley sebagai penasihat finansial untuk melakukan proses penjualan saham GIAA, yang telah melaksanakan proses penjualan saham GIAA ini sesuai dengan praktik yang berlaku di pasar modal dengan menyampaikan penawaran kepada sejumlah potential investor.

Kamis, 26 April 2012

IHSG Dibuka Menguat
ILUSTRASI
JAKARTA,  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (26/4/2012) dibuka naik 8,47 poin didorong dari bursa global yang berada dalam area positif.

IHSG BEI dibuka naik 8,47 poin atau 0,21 persen ke posisi 4.172,92, Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,68 poin (0,19 persen) ke level 708,70. "Bursa Asia pagi ini turut menguat memfaktorkan penguatan bursa global dan optimisme paska pernyataan The Fed," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, The Fed siap melakukan stimulus untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi AS dan menaikkan proyeksi produk domesttik bruto (GDP) tumbuh menjadi 2,4-2,9 persen dari 2,2-2,7 persen dan menurunkan estimasi pengangguran menjadi 7,8 persen hingga delapan persen.

Dari dalam negeri, lanjut dia, beberapa saham yang merilis kinerja kuartal pertama 2012 relatif sesuai dengan ekspektasi seperti Astra International (ASII), United Tractor (UNTR), Bank Mandiri (BMRI) serta Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang diperkirakan menguat seiring penguatan indeks.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng meNGUAT 126,35 poin (0,61 persen) ke level 20.772,64, indeks Nikkei-225 naik 16,72 poin (0,17 persen) ke level 9.577,73 dan Straits Times meLEMAH 1,81 poin (0,06  persen) ke level 2.977,97.

Rabu, 25 April 2012

Tujuh Sektor Tumbang, IHSG Tergelincir
 
Pengunjung melintas di dekat papan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Jumat (13/4/2012). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 19 poin atau 0,47 persen menjadi 4.159,27.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tergelincir, meski mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu (25/4/2012). Indeks tergerus tipis ke posisi 4.167,278 pada pukul 09.36 di Jakarta.

IHSG terpapas lantaran mayoritas sektor saham tumbang. Di antara tujuh sektor yang tertekan, koreksi terbesar menerpa perkebunan yaitu sekitar 0,74 persen. Adapun, tiga sektor yang masih tercatat naik, dipimpin sektor konstruksi yang naik 0,50 persen.

Sejumlah 70 saham melemah, berbanding 61 saham yang naik. Sedangkan, 92 saham lainnya belum menunjukkan arah pergerakan.

Saham Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang terpangkas 2,48 persen ke level Rp 21.650, menjadi salah satu saham yang memberatkan langkah indeks dan berada di posisi top losers. Selain juga, ada saham Bumi Resources Tbk (BUMI) yang lanjut tertekan 2,41 persen ke Rp 2.025, dan saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang terkoreksi 2,11 persen ke Rp 3.475.

Sementara, saham Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang melesat 9,56 persen ke Rp 149 mengisi deretan top gainers, pagi ini. Diikuti, saham Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 5,56 persen ke Rp 3.800, dan saham Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang tergerus 2,99 persen ke Rp 1.380.