BI Diprediksi Tahan Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI
JAKARTA - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi sedikit mereda pada awal pekan
ini. Rupiah diprediksi akan berada pada kisaran Rp9.170-9.250 per USD.
"Kemungkinan,
Bank Indonesia (BI) akan menjaga rupiah di level Rp9.200-an per USD
dengan menggunakan berbagai kebijakan dan variabel moneternya,".
Rahadyo
mengatakan, untuk pergerakan pasar valas pada pekan ini hal yang
dicermati adalah kekhawatiran mengenai status Yunani apakah masih
bergabung dengan Uni Eropa atau tidak. Menurutnya, mayoritas masayarakat
Yunani memilih pemimpin yang anti uni eropa, karena mereka tidak
berharap menerima
bailout lagi. Sebab, syarat menerima
bailout adalah pengetatan anggaran yang dirasa memberatkan masyarakat Yunani.
Sebagaimana
diketahui, pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, rupiah ditutup
menguat ke level Rp.9.180-9.190 per USD, setelah sebelumnya sempat
berada di level Rp9.245 per USD. Setelah sempat terdepresiasi selama
beberapa hari, akhirnya rupiah bisa menguat di akhir pekan lalu.
"Tekanan rupiah karena imbas
capital outflow investor asing melalui pasar saham. dana yang keluar tersebut dikonversikan ke aset
safe haven seperti dolar AS, maka hal tersebut menekan rupiah," katanya.
Bahkan,
Non Delivery Forward (NDF),
perdagangan rupiah di pasar valas luar negeri sempat tertekan sampai
Rp9.365 perUSD. Hal tersebut sudah terjadi selama lima hari
berturut-turut. Di tambah indeks Dow Jones melemah, dan berimbas
terhadap profit taking investor asing di pasar saham domestik.
BI
juga akan menaikkan suku bunga tagihan dan deposito berjangka guna
menyerap kelebihan dana dalam sistem keuangan. Hal itu ditempuh setelah
bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75
persen.
"Bank Indonesia selalu ada di pasar valuta asing.
Pernyataan mereka yang menyebut akan mengambil langkah untuk
mempersempit jarak
(spread) antara tingkat referensi dan tingkat bunga
overnight, menyebabkan rupiah sangat menarik bagi investor," tutup dia.